Rahasia Kesaktian Benda Pusaka Sukarno, Fakta atau Mitos?

Rahasia Kesaktian Benda Pusaka Sukarno, Fakta atau Mitos?

Kesaktian benda pusaka bung karno

Rencana pembunuhan pada Presiden Soekarno dikerjakan kian lebih tujuh kali serta tak ada yang sukses. Sekurang-kurangnya, hal tersebut yang disibakkan Soekarno dalam pidato pelengkap Nawaksara.

 

Lolosnya Soekarno dalam usaha pembunuhan-pembunuhan ini dinilai beberapa orang, lantaran kesaktian yang dipunyainya. Soekarno dikira mempunyai banyak ajimat serta benda pusaka yang melindunginya.

 

Tetapi, hal semacam itu kerapkali dibantahnya. Bahkan juga, dalam pidato pelengkap Nawaksara, Soekarno kembali menyatakan, kalau lolosnya dia dari usaha pembunuhan itu cuma lantaran perlindungan Allah SWT semata.

 

” Sukur alhamdullilah, saya dalam semuanya momen itu dilindungi oleh Tuhan. Bila tak, pasti saya telah mati terbunuh. Serta mungkin saja, bakal saudara namakan Tragedi Nasional, ” kata Soekarno dalam pidatonya.

 

Meski info itu telah kerap disibakkan Soekarno, orang-orang tetap harus menganggapnya sebagai orang sakti. Terlebih, telah bukanlah rahasia umum bila Soekarno di kenal sebagai penggemar benda pusaka.

 

Berulang-kali Bung Karno berkata kalau Tongkat Komando-nya tak mempunyai daya sakti, daya linuwih.. ”itu cuma kayu umum yang saya pakai sebagai sisi dari penampilanku sebagai Pemimpin dari satu negara besar” kata Bung Karno pada penulis Biografi-nya, Cindy Adams disuatu waktu di Istana Bogor.

 

artikel lainnya:

Menguak Bulu Perindu, Sarana Pengasihan Energi Alami

 

Bung Karno sendiri mempunyai tiga tongkat komando yang memiliki bentuk sama, satu tongkat yang ia bawa ke luar negeri, satu tongkat untuk bertemu dengan beberapa Jenderalnya serta satu tongkat saat ia berpidato. Tetapi bila kondisi cepat-cepat serta mesti pergi, yang sering ia bawa yaitu tongkat pada saat ia berpidato.

 

Pernah satu waktu Presiden Kuba, Fidel Castromemegang tongkat Bung Karno serta bercanda “Apakah tongkat ini sakti seperti tongkat kepala suku Indian? ” Bung Karno tertawa saja, waktu itu Castro memohon peci hitam Bung Karno serta Bung Karno pakai pet hijau punya-nya Castro. “Pet ini saya gunakan saat saya serang Havana serta saya jatuhkan Batista” kata Castro tentang Pet hijaunya itu.

 

Apakah tongkat Bung Karno itu mempunyai kesaktian? seperti Keris Diponegoro ‘Kyai Salak’ atau keris Aryo Penangsang ‘Kyai Setan Kober’ wallahu’alam. Namun Bung Karno sakti, itu telah terang. Momen paling menggemparkan untuk umum Indonesia yaitu waktu Bung Karno ditembak dari jarak dekat pada sholat Idul Adha. Tembakan itu meleset serta ini yang jadi ramai, bagaimana dapat penembaknya yaitu seseorang jago perang terlatih, mengapa menembak dari cuma jarak 5 mtr. tak terkena. Di Radio-radio waktu itu waktu sidang pengadilan penembak Bung Karno, tersingkap waktu Bung Karno membelah dianya jadi lima. Penembak bingung ‘mana Bung Karno’?

 

Sebagian ajimat yang dipercaya beberapa orang dipunyai Soekarno yaitu Aji Lembu Sekilan. Ajimat ini konon dipunyai Patih Gajah Mada. Kehebatan ajimat ini mampu membuat perlindungan pemegangnya dari bahaya.

 

Kesaktian Bung Karno sesungguhnya yaitu ‘kesaktian’ tiban, ‘tiban’ yaitu satu arti Jawa kalau kesaktian itu tak dipelajari. Saat lahir Sukarno bernama Kusno, ia sakit keras lalu ditukar nama Sukarno. Sesudah sehat, datanglah kakek Sukarno, Hardjodikromo datang dari Tulungagung untuk bersua dengan Sukarno kecil waktu itu, sang Kakek lihat ada suatu hal yang lain di anak ini. Kakek Sukarno sendiri yaitu seseorang sakti, ia dapat menjilati bara api pada suatu besi yang menyala. – Rupanya di lidah Sukarno ada kekuatan lebih yakni menyembuhkan orang, Sukarno dicoba untuk menyembuhkan sisi yang sakit dengan menjilat. Kakek Sukarno, tau kalau ini kesaktian, namun mesti dirubah asal cucunya janganlah cuma jadi dukun, namun jadi seseorang yang sangat bermanfaat untuk bangsanya.

raja-pengasihan 

 

Hardjodikromo yaitu seseorang pelarian dari Jawa Tengah yang menampik system tanam paksa Cultuurstelsel Van Den Bosch, ia ke Tulungagung serta mengawali usaha sebagai saudagar batik. Leluhur Bung Karno dari pihak Bapaknya yaitu Perwira Perang Diponegoro untuk lokasi Solo. Nama leluhur Bung Karno itu Raden Mangundiwiryo yang berperang melawan Belanda, Mangundiwiryo ini yaitu orang keyakinan Raden Mas Prawirodigdoyo salah seseorang Panglima Diponegoro yang bangun benteng-benteng perlawanan pada Boyolali hingga Merbabu. Sesudah selesainya Perang Diponegoro, Raden Mangundiwiryo diburu oleh intel Belanda serta ia menyamar jadi rakyat umum di sekitaran Purwodadi, mungkin saja akar berikut yang bikin ikatan batin pada Jawa Tengah serta Bung Karno. – Seperti di ketahui Jawa Tengah yaitu basis paling utama Sukarnois paling besar di Indonesia.

 

Mangundiwiryo mempunyai kesaktian yakni ‘Ucapannya mungkin saja fakta’ istilahnya ‘idu geni’. Rupanya ini alami penurunan pada Bung Karno. Lihat kekuatan ‘idu geni’ Bung Karno itu, Kakeknya Hardjodikromo berpuasa siang malam supaya cucunya dapat mempunyai kemampuan batin, disuatu waktu Hardjodikromo punya mimpi tempat tinggalnya kehadiran seseorang yang sangat misterius, kenakan pakaian bangsawan Keraton Mataram serta menyampaikan dengan sangat pelan ‘bahwa cucumu yaitu seseorang Raja bukanlah saja di Tanah Jawa, namun di semua Nusantara’. Nantinya Hardjodikromo menduga kalau itu yaitu perwujudan dari Ki Juru Martani, seseorang bangsawan Mataram paling cerdas.

 

 

Mulai sejak mimpi itu, kekuatan Bung Karno menjilat serta mengobati segera hilang bertukar dengan ‘kemampuan bicara yang mengagumkan hebat’.

 

Bung Karno sendiri -menurut buku Giebbels, salah seseorang Sejarawan Belanda- telah diramalkan bakal terbunuh dengan benda-benda tajam. Untuk tersebut ia sangat takut dengan jarum suntik, Bung Karno sendiri agak paranoid pada benda-benda tajam, saat penyakit ginjalnya sangat kronis, ia menampik untuk berobat ke Swiss lantaran di sana ia pastinya akan dibedah dengan pisau tajam. Ia pilih obat-obatan herbal dari Cina.

 

Kembali pada tongkat tadi, tongkat Bung Karno itu di buat berbahan kayu Pucang Kalak, Pohon Pucang itu banyak, namun Pucang Kalak itu cuma ada di Ponorogo, pohon Pucang. Tongkat Komando Bung Karno sendiri digunakan mulai sejak 1952, sesudah momen 17 Oktober 1952. -Suatu malam Bung Karno didatangi orang dengan membawa sebalok kayu Pohon Pucang Kalak yang ia potong dengan tangannya, balok itu diserahkan pada Bung Karno. ”Untuk hadapi Beberapa Jenderal” kata orang itu. Lantas Bung Karno menyuruh salah seseorang seniman Yogyakarta untuk bikin kayu itu jadi tongkat komando.

 

Sebagai penambahan dalam khasanah politik Indonesia, ‘ageman’ atau pegangan itu masalah umum. Umpamanya Jenderal Sumitro, tokoh paling utama dalam rivaalitas dengan Ali Moertopo pada momen Malari 1974, sebelumnya meletusnya Malari kehadiran seseorang anak muda dengan baju dekil serta menyerahkan sebilah keris “Untuk menang Pak” kata anak muda itu.

 

Pak Harto sendiri miliki ageman banyak yang katakan pusat kemampuan Pak Harto itu ada di Bu Tien Suharto, banyak yang katakan juga di ‘konde’ bu Tien. Namun yang pasti Pak Harto yaitu seseorang pertapa, seseorang pakar kebatinan tinggi, ia suka tapa kungkum di tempuran (tempuran = pertemuan dua arus kali) di Jakarta ia kerap sekali bertapa di dekat Ancol tengah malam, waktu tarik ulur dengan Bung Karno pada th. 1965-1967.